Meet The Polish

Setiap pertemuan dengan orang itu memang sudah diatur sama Allah ya.
Seperti hari ini pulang dari acara di SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo), pas di stasiunnya ketemu dengan seorang bapak sekitaran umur 60an dari Polandia.
Awalnya saya ga merhatiin, tapi bapak tersebut yang merhatiin saya, lalu saya senyumin, dan tiba-tiba beliau menyapa dengan ramahnya dan mulai percakapan (naasnya pake bahasa inggris!)
Ternyata beliau kerja di embassy Polandia, udah 5 tahun di Jepang.

Waktu saya bilang dari Indonesia, dia excited banget karena pernah ke Indonesia 3x untuk konferensi, dan beliau sangat suka dengan Indonesia.
Katanya, Bendera Indonesia itu sama dengan bendera Polandia, hanya berkebalikan aja warnanya.
Lalu, beliau suka dengan Jakarta; beliau suka dengan udara panasnya Jakarta, karena Polandia terlalu dingin, tapi masih bisa jalan kaki dari embassy ke tempat konferensi (ini saya ga abis pikir!), dan karena Orang Indonesia itu ramah2.
Ditambah waktu dia nanya jurusan saya kuliah disini dan saya jawab teknik nuklir, makinlah beliau semangat ngobrol; tentang perkembangan nuklir di dunia, di Polandia, dan di Indonesia.

Yang menarik, beliau bilang waktu SMA belajar bahasa arab, bisa nulisnya, dan suka baca Al-Quran.
Saya tanya agamanya, beliau bilang kalau beliau kristian tapi tertarik dengan Al-Quran, dan ada komunitas kecil muslim di Polandia.

Lalu beliau kasih kartu namanya dan suruh saya menghubungi beliau via email, karena ingin ketemu lagi dan diskusi lebih lanjut tentang Indonesia dan nuklir.
Beliau: “I know nihongo, but it’s easier to speak eigo.”
Saya: “haha, wakatta. But because I’m studying nihongo, now my eigo is already ochita.”
*You know what I mean when I have to use english in Japan?*

Mungkin akan beda ceritanya kalau saya memutuskan pulang dari SRIT lebih cepat atau lebih lambat.
Saya ga akan ketemu dengan bapak Polandia ini.
Ga akan ngobrol seru, dikasih kartu namanya, dan diajak untuk bertemu lagi untuk ngobrol.
Ga akan nambah kenalan orang Eropa yang sangat ramah dan ternyata tertarik dengan Al-Quran walau kristian.
I guess, Itulah yang dinamakan Jodoh..

Leave a comment

Filed under memoar jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s