Euforia Ujian Negara

Lagi musim pengumuman SNMPTN.
Selamat bagi kalian semua yang sudah mendapatkan hasil terbaik atas usaha dan rezeki kalian.
Baik yang lulus di pilihan yang diimpikan, atau tidak diharapkan, atau dipaksa, atau tidak di pilihan mana pun.
Semuanya adalah keputusan Allah yang terbaik untuk semua.

Saya ingat ketika masa-masa mempersiapkan ujian negara yang heboh ini.
Saya keukeuh ingin masuk jurusan Fisika ITB, karena terdoktrin senior tentang kelebihan-kelebihan ilmu Fisika, manfaatnya di bidang kehidupan sehari-hari, ditambah ada lab energi nuklirnya.
Ya, saya begitu tertarik di dunia energi alternatif, terutama energi nuklir.
Karena merasa tertantang untuk menjadi minoritas yang berkecimpung di daerah yang justru ditakuti mayoritas orang.

Tapi ketika itu mamah pengennya saya jadi dokter, atau kuliah di dunia kesehatan.
Katanya dunia kesehatan itu akan selalu diperlukan kapan pun, dimana pun.
Saya ga membantah juga, saya ikuti keinginan mamah untuk memilih jurusan kedokteran UNPAD sebagai pilihan pertama dan Fisika ITB di pilihan kedua.
Tapi memang Allah sangat tau kapasitas hambaNya, alhamdulillah saya lolos di pilihan kedua.

Euforia Sebagai mahasiswa baru ITB angkatan 2005, bisa bikin bangga orangtua dan keluarga, bisa saya rasakan.
Mengikuti OSKM yang seru, bertemu dengan para mahasiswa berideologi tinggi, mengenal bahasa dan istilah langit, merasakan aura kedewasaan dan kewibawaan dari para petinggi kampus.
Pengalaman awal yang tidak bisa dilupakan.

Seiring mulai masuk ke dunia perkuliahan, sempat juga merasa salah pilih jurusan, serasa masa depan suram di Fisika yang terpencil.
Tapi, jika bukan karena di Fisika, jika bukan saya teguh ingin mendalami nuklir, mungkin saya tidak akan berada di tanah Jepang saat ini.

Bagaimana pun semua skenario Allah untuk saya, sampai saat ini, dengan segala pengalaman dan kejadian yang beragam,
semuanya sempurna.
Semuanya memang yang saya butuhkan.
Bertemu banyak tipe orang, dekat dengan banyak jenis orang, belajar dari mereka tentang arti hidup, tentang arti mengendalikan pikiran dan perasaan.
Memang saya masih belum dewasa dan masih banyak mengeluh karena penyesalan dari berbagai keputusan yang diambil.
Tapi saya yakin, saya percaya, ketika saya terus ingin memperbaiki diri untuk lebih baik terus, Allah akan membimbing saya menuju ke kebahagiaan sebenarnya.
Bahagia dunia dan terutama bahagia akhirat.

Alhamdulillah…

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s