Daily Archives: July 6, 2012

Jumat dan Memori

Entah kenapa hari Jumat ini begitu mengesalkan dan bikin capek pikiran.
Karena memori-memori masa lalu itu tiba-tiba aja memborbardir ga berhenti menuhin isi pikiran.
Semuanya.. semuanyaa!!

Sulit dialihkan, padahal udah ngerjain data tesis, baca ini itu, fokus ke buku nuklir,
tapi tetep aja bercokol erat di pikiran.
Kenapaaa??
Astaghfirullah..

In the end, I only can ask for His Forgiveness.
Always..

Leave a comment

Filed under kisah jumat

Sederhana

Futami sensei, kami memanggilnya, usianya sekarang akan menginjak 70 tahun, tapi dengan tubuh yang masih bugar dan tentu saja otak yang masih cemerlang.
Mantan pemimpin direksi perusahaan listrik swasta nomor 1 di Jepang, tapi sangat rendah hati, suaranya lemah lembut, dengan aura kebapakan yang kuat.
Sekarang beliau jadi ketua pembimbing kelas advanced nuclear di program kuliah saya.

Kemarin Futami Sensei mentraktir makan di salah satu restoran elit.
Letak restorannya cukup terpencil dan sepertinya hanya orang-orang tertentu dari kelas atas yang tau restoran ini. Terletak di atas bukit, dengan pemandangan padang golf luas yang keren.
Menu makanan pun disajikan dengan begitu elegan dan cantik.
Rasanya apalagi, makanan yang khusus dibuat dengan tangan chef veteran.

Sambil makan hidangan yang terus-menerus berdatangan,
Futami sensei menceritakan masa kecilnya.
Ketika beliau berumur 6 tahun, pertama kalinya beliau makan pisang.
Kala itu pisang sangatlah jarang dan mahal, tanah Jepang sendiri ga bisa untuk menanam pohon pisang.
Saat makan pisang itu, Futami sensei sampai nangis saking enaknya.
Sekarang, pisang udah dijual dimana-mana dengan harga yang terjangkau masyarakat Jepang.

Lalu ketika masuk sekolah dasar, beliau pertama kali mencicipi daging ham.
Karena jaman dulu makanan utama di Jepang hanya ikan, bahkan ayam pun ga ada.
Pada saat itu, ketika bangsa barat mulai berdatangan ke Asia, beliau baru bisa makan daging ham.
Saat itu pula beliau merasa pertama kali makan daging yang enak.
Sekarang, daging ham udah jadi makanan pokok masyarakat Jepang.
Ikan perlahan mulai tersingkirkan.

Lalu saya berpikir, alangkah sederhananya masyarakat jaman dulu.
Gak perlu repot makan karena ga banyak pilihan, dan relatif makanan sehat dengan ga banyak campur perasa.

Leave a comment

Filed under memoar jepang