Permasalahan Negara Jepang (1)

Seperti biasanya, setiap hari selasa pagi itu ada kelas diskusi bahasa Jepang.
Tujuannya sih buat ngelancarin bahasa dan bisa ngeluarin pendapat.
Udah beberapa pertemuan ini dikasih tema seputar permasalahan yang ada di Jepang.

Yang pertama tentang 少子高齢化 (shoushikoureika),
yaitu jumlah anak muda yang semakin sedikit, sedangkan orang2 tuanya bertambah banyak.
Faktor penyebabnya, disinyalir karena kebanyakan anak mudanya ga pengen ngelahirin dan punya anak, jadi jumlah anak kecil semakin sedikit seiring dengan terus bertambahnya usia menjadi tua.
Kalau punya anak itu 面倒くさい (mendoukusai), ngerepotin.
Dengan biaya hidup dan pajak yang tinggi, ditambah anak-anak mudanya udah nyaman hidup sendiri dan bebas semaunya.

Kebalikan dengan Indonesia yang masih cukup menganut istilah “banyak anak, banyak rezeki”.
Kayaknya harus dituker nih pola mikirnya orang Jepang sama Indonesia.

Di Jepang itu kalau udah umur 60 tahun, maka udah masuk waktunya pensiun.
Kalau udah pensiun, mereka akan dapat biaya hidup dari pemerintah.
Biaya hidup itu didapat dari pajak penghasilan warganya yang bekerja atau yang sudah menginjak umur dewasa, yaitu pada saat masuk umur 20 tahun.
Jadi gaji tiap bulan orang-orang yang bekerja di Jepang ini akan dipotong sebagian untuk dialokasiin untuk para lansianya.
Pajak penghasilan itu bukan sebagai tabungan pribadi untuk ketika pensiun nanti loh.
Tapi memang langsung diberikan untuk membiayai hidup para lansia, yang mana Jepang terkenal dengan tingkat hidup yang tinggi dengan jumlah penduduknya tua-nya sangat banyak.

Sekarang sih perbandingannya kira-kira 4 orang yang bekerja untuk membiayai 1 orang lansia.
Tapi sekitar 20 tahun mendatang, perbandingannya jadi 2 orang yang bekerja untuk membiayai 1 orang lansia.
Cukup bikin beban bagi para non-lansia.

Salah satu solusi dari semakin berkurang jumlah anak-anak mudanya,
pemerintah Jepang manggilin anak-anak muda dari luar Jepang untuk sekolah dan bekerja di industri Jepang.
Jadi tetep ada tambahan pemasukan negara dari pajak penghasilan kan.

Begitulah salah satu masalah yang sedang dihadapi Jepang saat ini.
Dan masih banyak permasalahan lainnya yang menyangkut anak-anak muda negara ini.

Leave a comment

Filed under memoar jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s