Monthly Archives: June 2012

BERJALAN

Setiap orang pernah melakukan kesalahan yang disesali.
Salah lagi, menyesal lagi.
Merasa jadi orang yang bodoh.

Tapi teruslah berjalan:
Sebab satu-satunya cara untuk berusaha menjadi manusia yang lebih baik adalah dengan tidak berhenti mencobanya.

Leave a comment

June 30, 2012 · 15:45

Let’s F.L.Y

tumblr_m67wysFLAI1qe49wpo1_500

Ya ya ya..
this is the main factor.
I think I’m not loving myself yet, so the others won’t too.

Love yourself then the whole universe will conspires to love you back.

Leave a comment

June 30, 2012 · 12:04

Silly Saturday

Entah karena emang faktor disini jauh dari komunitas, lalu hanya bisa semuanya diserahin ke Allah.
Kalau galau larinya cuma bisa ke Allah dan berusaha menguatkan diri sendiri.
Semuanya serba sendiri, memahamkan bahwa “apa yang terjadi pasti yang terbaik, everything happens for a reasons, (dan segala kalimat-kalimat yang bikin optimis)”
Atau emang Allah sayang ke saya makanya saya ngerasa dijaga perasaannya?

Apa mungkin beda ceritanya kalau saya tinggal di lingkungan yang deket dengan keluarga dan kawan-kawan?
Kalau lg galaw dan melow, larinya ke mereka aja.. ngajak jalan-jalan ke gunung, atau nonton bioskop, atau nginep sambil curhat, dll. seperti dulu sebelum saya ke Jepang.

Ketika itu saya ngerasain apa itu bahagia.
Bahagia berada di lingkungan yang bikin saya nyaman.
Saya bisa bebas berekspresi apapun.
Ga pernah ngerasa sendirian sekali pun, selalu ada mereka yang siap nemenin.
Ga pernah ada hari kosong tanpa ada interaksi dengan mereka.
Dari bangun sampai mau tidur, selalu ada mereka.
Entah emang bertatap muka, atau sekedar lewat mesej sms/twitter.

Sekarang, ketika sendiri, mereka ga ada, dan mereka pun udah punya dunia masing-masing.
Jujur, Saya ngerasa down banget.
Seperti udah lupa apa itu bahagia, bahkan gimana rasanya bisa tertawa lepas.
Walau tau pasti ada Allah, serahin semuanya ke Allah, Maha pengatur segala urusan yang terbaik.
Tapi saya belum bisa aja ngerasa cukup dengan hanya ada Allah.
Masih suka ngeluh butuh kehadiran fisik seseorang/komunitas yang bikin nyaman.
Apa itu berarti saya belum bisa ikhlas dan paham tentang iman kepada Allah?
Kadang masih bingung antara apakah perasaan-perasaan yang datang itu karena petunjuk Allah atau malah godaan setan.

Ya, memang secara keilmuan agama saya sangat dangkal.
Hanya paham secara sederhana, berdasarkan Al-Quran, Sunnah yang diriwiyatkan shahih, dan denger ceramah-ceramah para ustadz yang mengartis.
Saya bukan seperti akhwat-akhwat berjilbab lebar, bergamis, yang rajin dateng liqo, ngapalin al-Quran, hafal muwasshofat, dll.
Saya masih suka pake celana jeans, kadang ikut fashion busana, minum berdiri, becanda sama cowo, itungan, masih mengukur secara keduniawian, dll.
Yang saya ga suka, saya masih kepengaruh dengan pandangan orang lain.
Belum bisa punya prinsip sendiri dan bangga dengan hal itu.
Udah tau jelek, tapi susah ngilanginnya! *fyuh*

Tapi, baiklah.. hanya masalah waktu.
5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, entah sampai kapan Allah kasih jatah umur untuk saya,
semua ini pasti akan berharga.
Semua ini pasti bermanfaat untuk saya, keluarga, dan lingkungan sekitar nanti.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, memoar jepang

Individualis

Ngerasa jadi sangat individualis.
Perlahan, lama-lama, akhirnya terbiasa dengan kesendirian.
Beda banget rasanya waktu awal dateng kesini, yang bisa tiap malem nangis dan nelfon rumah, tiap saat bertukar kabar dengan temen-temen di Indonesia.
Ngerasain kangen yang luar biasa; sama keluarga, temen-temen, Bandung, dll.

Sekarang, mungkin karena sengaja juga maksain menerima kondisi, capek dengan keluhan dan galauan, jadinya malah ngerasa plain, datar.
Nelfon rumah sesekali aja, bahkan seminggu sekali juga engga, kalau nelfon pun hanya sekedarnya bertukar kabar.
Temen-temen, karena udah sibuk masing-masing dengan keluarga baru dan kegiatan-kegiatan barunya juga, jadinya udah jarang banget cetingan atau skypean.
Saya pun sibuk dengan dunia sendiri yang super ga jelas, ga produktif.

Lalu, mulailah sekarang semakin ngerasa flat.
Seakan ga butuh keluarga, ga butuh kawan, ga butuh komunitas.
Lupa rasanya berada di keramaian.
Lupa rasanya bebas tertawa lepas.
Lupa rasanya bersosialisasi.
Lupa rasanya berorganisasi.
Lupa rasanya berpelukan.
Lupa rasanya kangen.
Lupa rasanya jatuh cinta.

time really heals and changes everything

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, memoar jepang

Kangen

Kangen dengan semua di masa lalu.

Kangen duduk melingkar di Salman, Karisma, HIMAFI..

Kangen berdiskusi atau sekedar mendengarkan komentar-komentar.

Tentang kemahasiswaan, kebersamaan, integritas, sosial, politik, idealitas.

Kangen naik gunung; memandang segarnya hamparan hijau pohon dan suara tenang aliran sungai.

Kangen jalan-jalan ala anak muda; nonton bioskop, makan-makan, ke toko buku.

Kangen rasa-rasa masa lalu.

Rasa yang entah kapan bisa didapatkan lagi.

Kangen rasa yang tidak bisa didefinisikan.

Kangen.. Kangen.. Kangen..

Leave a comment

Filed under Uncategorized