Asuransi Kesehatan

Hari ini ke klinik karena harus check-up.
Pas udah selesei, bukannya bayar check-up, tapi malah dikasih uang.
Hihihi..

Ceritanya berawal dari pertama kali check-up,
kartu asuransi kesehatan saya udah expired dan terpaksa harus bayar full biaya check-up dan obatnya.
Kalau ada kartu asuransi, bayarnya cuman 30% dari seluruh biaya.

Semenjak itu, akhirnya saya ke kantor daerah untuk perpanjang lagi asuransi kesehatan saya.
Yang awalnya saya kira ga perlu, soalnya alhamdulillah sehat2 aja, ga perlu urusan sama dokter.
Ternyata salah besar kawan.
Tetap asuransi kesehatan itu sangat perlu.
Apalagi tinggal di negara yang serba mahal ini, tapi fasilitas pelayanannya juga sangat profesional.

Setelah dapet kartu asuransi baru, hari ini saya balik lagi ke klinik untuk check-up.
Saya kasih kartu anggota klinik saya ke bagian administrasinya,
lalu kata orangnya sebelumnya kartu asuransi saya ga dipake, dan dia nanya kalau sekarang udah ada atau belum.
Saya kasih liat yang baru dan orang admin itu langsung masukin data baru saya.

Setelah check-up, yang kata dokternya saya normal (alhamdulillah),
seharusnya saya bayar untuk biaya check-up, tapi karena udah ada kartu asuransi yang baru,
biaya yang awal dulu itu bisa dikembalikan 70%nya.
Yatta!! Alhamdulillah.
Soalnya pas awal itu lumayan bayarnya sampe 1juta rupiah lebih.
Tapi yang sekarang ga semahal dulu.
Biaya obatnya juga yang awal dikembaliin 70%nya.

Alhamdulillah..

Kalau udah gini,
ga mau rasanya ninggalin negara ini.
Dengan sistem serba profesional, teliti, akurat, jujur.
Informasi setiap individu dan data-data setiap hal tersimpan sangat rapih dan baik.
Orang-orangnya yang menjunjung tinggi etika profesionalisme dan pelayanan nomor satu tanpa lihat latar belakang status apapun.

Udah beberapa kali ngalamin kejadian yang cuman bisa terkagum-kagum dengan budaya dan karakter luar biasa orang-orang dan sistem disini.
Huhu, beneran ini yang buat berat banget ninggalin negara Jepang.

Semoga Jepang bisa jadi negara Islam.
Atau bangsa Indonesia bisa seperti bangsa Jepang.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, memoar jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s