Unlucky Day

Akhir-akhir ini saya mengalami beberapa hal yang menurut saya sedang kurang beruntung.
Berawal dari hanyutnya sebelah sepatu kets saya waktu Penutupan Adik IS Karisma tanggal 20-21 Desember kemarin di daerah Ciater, Subang.
Lagi asik2nya wudhu di aliran sungai yang jernih ditemani suara jatuhnya air dari curug.
Tiba-tiba aja sebelah sepatu saya hanyut dan mengucapkan perpisahan ke pasangannya untuk selamanya.

Lalu sebelah lensa kacamata saya yang kiri jatuh dan pecah.
Pada saat lagi riweuh2nya menyiapkan makanan untuk peserta Basic Training.
Padahal jemputan udah menunggu lama.
Untungnya saya masih punya simpenan lensa kontak.
Walhasil sampai saat ini saya masih pake lensa kontak dengan tetap gerakan melepas kacamata pada saat mau wudhu, mau sholat, atau mau tidur.

Peristiwa lain adalah begitu cepatnya raib uang2 saya di dompet.
Entah kenapa dengan entengnya saya terus mengeluarkan uang.
Gak pernah liat dulu harga barang langsung ambil comot aja.
(haha..ini mah emang saya weh yang boros)

Dan yang terakhir adalah saya menjadi PU nya-PU (Pembantunya Pembantu Umum).
Kasta terendah di acara Basic Training.
Dengan koordinator PU adalah orang yang lebay binti narcis
(piss midh,,)
Bergumul dengan 4 buah magic jar, 2 ronde bikin nasi.
Mabok 67 buah mie kuah.
Dan 2 hari dibangunkan subuh2 buta dengan rongrongan sejumlah hampir 100 buah lebih telor yang ingin segera digoreng.
(ini mah cerita doang ,, lucky kok ^.^)

Karena saya adalah tipe orang yang cuek.
Bahkan sangat cuek.
Jadi saya gak terlalu ambil pusing.
Saya anggap memang sudah saatnya hal-hal seperti itu terjadi.
Dan saya lupakan.

Cuman keingetan aja ada salah seorang Calon Pembina waktu itu.
Yang cerita lagi gak pengen kemana-mana.
Karena lagi dilanda Unlucky Day mlulu.
Mulai dari ilang barang ini itu, rusak barang ini itu, jatuhlah, inilah, itulah.
Saya sih cuman ketawa dalam hati ngedengernya.
Masih ada orang yang percaya kayak gituan sampe gak mau pergi kemana-mana.

Padahal semua kejadian kan udah diatur sama Yang Maha Kuasa, Maha Penentu segalanya.
Mungkin dengan kejadian2 yang dialami untuk mengingatkan Qta agar bersedekah.
Atau mengingatkan kesalahan Qta terhadap orang lain.
Segala sesuatu itu harus dikembalikan lagi kepada kepasrahan.
Saya selalu ingat kalau Allah itu selalu memberikan apa yang Qta butuhkan.
Bukan apa yang Qta inginkan.

2 Comments

Filed under cerita-cerita, saya

2 responses to “Unlucky Day

  1. Waw..
    Naha ada aku?
    Aku mah gak narsis,hanya mengatakan kbenaran..
    Trus aku jadi lebay juga karena kalian para FLT juga lebay,jd we ktularan..
    Tapi sumpah,tengkyu lah dah bantuin teh..
    Mpe mab0k mie ma tel0r dah…
    Hehehe

  2. arditafanisa

    you’re welcome

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s