Tentang Mamah

Sebenarnya di keluarga saya gak ada ritual untuk mengingat Hari Ibu

Seingat saya, gak pernah kami, anak2nya, mengucapkan Selamat Hari Ibu ke mamah

Bahkan saya sendiri gak tau Hari Ibu itu tanggal berapa

Mungkin … bisa dibilang gak peduli atau apatis

Karena saya emg gak bisa mengungkapkan secara lisan tentang Ibu saya

Tetapi,, ketika saya bercerita tentang mamah, semuanya mengalir begitu saja

Mamah saya .. seorang kelahiran Belitung, berdarah Melayu

Dari SMP sudah merantau ke Bandung untuk bersekolah

Mungkin karena didikan Kakek, ayahnya mamah, yang keras

Pendidikan adalah sesuatu yang wajib, sehingga sampai sekarang mamah selalu mementingkan pendidikan anak2nya,,tak peduli seberapa mahalnya

Sifat mamah seperti umumnya orang daerah Sumatera, keras

Dan sebagian besar  sifat saya mirip mamah

Cara mamah untuk membuat kami displin menurut saya cukup efektif (bagi saya tentunya)

Misalnya untuk selalu cuci piring malam hari agar besok pagi udah bersih, atau membereskan kamar masing2,,cukup dengan marah2 dan kami pun langsung bekerja..

Tapi itu dulu ,, kalau sekarang tinggal kami mengingat kalau mamah marah2 bakalan gawat, gak enak didenger, dan panjang, maka kami pun langsung mengerjakan kerjaan kami (walau sebenernya cuman saya doang yg ngerjain)

Menurut saya, mamah saya itu bukan tipe yang keibuan bgt, yang membelai sayang anaknya, berbicara lemah lembut, dan selalu tersenyum manis setiap anak2nya pergi sekolah.

Tapi, hal yang saya kagumi, seorang mamah yang super cuek itu justru yang paling tau karakteristik dan sifat anak2nya.

Misalnya, saya adalah tipe yang mandiri,,makanya sejak SMA dan mulai berorganisasi, mamah selalu mengizinkan..kepercayaan penuh selalu diberikan pada saya.

Lain lagi dengan adik saya yang pertama .. dia adalah tipe yang aktif, gak suka belajar eksak, dan sangat rebellion. Pendidikannya ditentukan oleh mamah, SMA dia masuk SMF (Sekolah Menengah Farmasi) karena mamah tau sifatnya itu. Walhasil, memang benar dia gak mau nerusin kuliah dan sekarang dengan kemampuan hasil dari SMF, dia bekerja sebagai detailer di perusahaan obat swasta.

Kalau adik saya yang terakhir,,dia tipe yang supermanja. Kalau hari2 sekolah dia belum pulang sampai maghrib, pasti mamah telfon (hal yang tak pernah dilakukan pada saya).  Mamah paling seneng shopping bareng adik bungsu saya ini, karena adik saya paling bisa berkomentar mengenai apa yang harus dan tidak harus mamah beli.

Segala sesuatu untuk keluarga pasti udah dipikirkan masak dan selalu bervisi. Ini adalah hal yang paling saya kagumi. Mamah selalu berpikir untuk masa depan, bahkan hal yang kecil sekali pun.

Misal, dari awal menikah, mamah selalu membeli alat elektronik seperti : blender, toaster, mesin cuci, tv, dll adalah barang dengan merk terkenal bagus kaulitasnya yang cukup mahal di jamannya. Walhasil, sampai sekarang, barang2 itu masih bisa dipake dan bagus.  Padahal sudah berpuluh tahun.

Mamah saya selalu mengingatkan, jangan buang2 uang hanya sekedar untuk beli baju baru .. makanya sampai sekarang pun saya gak terlalu suka jalan2 ke mal untuk liat baju2.

Mamah saya orang yang cukupo protektif soal uang. Harus diliat dulu emang penting atau gak, perlu atau gak, sesuai atau gak,, tapi kalau emang udah penting, perlu, dan sesuai, pasti loyal. Selalu dipilihnya barang yang paling berkualitas.

Mamah saya selalu ngasih petuah2, terutama soal calon suami kelak. Yang penting mah soleh dan pinter. Yang ditekankan, sampai kapan pun, suami tetaplah orang asing, jadi tetep harus selalu menyamakan visi dan suhu di keluarga.

Tak bisa banyak yang saya tuliskan tentang mamah saya. Karena hanya dari interaksi keseharian yang bisa dirasakan.

Dibalik kesupercuekkannya, ada perhatian yang begitu besar

Dibalik marah2nya, ada disiplin yang selalu berguna

Dibalik protektifnya, ada rencana masa depan yang begitu tersusun rapi

Dibalik cerewetnya, ada ilmu yang selalu bermanfaat

Dibalik kesehariannya, ada kasih sayang yang tak perlu diucapkan

Dibalik doa2nya, selalu ada nama kami disebut

Didalam hatinya, selalu ada cinta untuk kami

Entah apa yang bisa membalas semua hal tentang mamah, yang telah diberikan pada saya. Segunung emas murni, selaut bantuan, seluas langit usaha saya, tak akan bisa membalas semuanya

Bahkan mambalas jerih payahnya mangandung selama 9 bulan

Saya hanya dapat berdo’a. Semoga Allah SWT selalu mengampuni dosa dan kesalahannya, melancarkan rezekinya, memudahkannya untuk bisa memenuhi keinginan2 untuk hidupnya sendiri. Karena selama ini, yang dipikirkannya adalah tentang anak2nya.

Bagaimana pun, mamah saya adalah The Best I ever Have

2 Comments

Filed under cerita-cerita, keluarga

2 responses to “Tentang Mamah

  1. aji

    lebay lu…. sok-sokan gak tahu hari ibu kapan

  2. harji

    waw………!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s