Monthly Archives: December 2008

Rumahku, Basecamp Mereka

Rumahku, Basecamp mereka

Terdengar bunyi lagu instrument Canon Fun Two dari HaPe
Wah, ada sms nih
“Dit,,Qta ke rumahmu sekarang”
Singkat dan sangat jelas pada waktu hampir jam 7 malam
Fyuuh,,as usual,,selalu dadakan kalo mo kerumah
Gerombolan si Benar mau dateng
Kalo kata mereka sih, mereka mau ngewarkop
Warkop a.k.a Warung Kopi, biasanya tempat orang2 pada ngumpul sambil ngopi
Padahal di rumah saya gak pernah ngehidangan kopi klo mereka2 dateng
Selalu Teh panas dari teko yang disajikan terpisah dari gelas2 mereka dan gulanya
Biar mereka ambil sendiri,,karena saya gak mau kalo ada minuman yang nyisa

Ritual nge-warkop biasanya dimulai dengan ber-lebay2 ria dulu
mendekati penghujung waktu, baru deh topik bicara bisa serius
Dibilang nge-warkop juga karena topik yg dibahas hanya sampai tataran wacana
Jarang menghasilkan solusi yang kongkrit
Saya sih sebagai tuan rumah cuman ikut2an ketawa aja ngeliat tingkah laku bocah2 itu
Biasanya saya cuman jadi pengamat dan pemerhati perseteruan antara 2 atau 3 sahabat

Selalu saja rumah orangtua saya ini dijadiin tempat berkumpul
Mereka menyebutnya “basecamp”
Alasannya, karena rumah orangtua saya dekat dan aksesnya gampang dari arah manapun
Sudah hampir 4 tahun ini rumah orangtua saya dijadiin tempat kumpul sahabat2 saya
Baik dari MPI, Geng Motor, Karisma, dan sekarang FLT
Mulai dari sekedar ngobrol2 doang, ngerencanain suatu acara, rapat formal, ngeliwet,makan pempek bareng kiriman asli Palembang, atau  tempat singgah sementara
Tapi saya seneng2 aja..jadi gak ketinggalan informasi

Saya sih gak pernah meng-iya-kan rumah orangtua saya ini dijadiin “basecamp”nya mereka
Tapi mereka weh yang selalu mengklaim kalo rumah ini adalah basecamp mereka
Kalo abis kumpul2 diluar siangnya, trus topik bahasan belum selesei atau terlintas pengen pergi ke Lembang atau makan surabi imut, suka tiba2 ada yang celetuk
“Yak,ntar malem kumpul di basecamp” dan semua orang langsung ngangguk2
Atau kalo mau reunian MPI,sang leluhur nelfon “Dit, ntr sabtu mau ke Bandung, kumpul di rumahmu ya, udah lama nih gak kumpul MPI..tolong dihubungi yang lainnya ya”
Naha urang ?? haha,,suka kepikiran seperti itu dengan gaya anak2 Sundanese di karisma

Yaa,,selama mereka masih ngehubungi dulu mau ke rumah sih it’s okay
Asal jangan main tiba2 aja dateng tanpa ba-bi-bu
Khan ghawat kalo belum siap2,beberes rumah,beberes diri
Tapi memang selalu bersih kok rumah ortu dan saya mah (hihi,,nyombong ceritanya)
dan setiap kali abis kumpul, saya selalu bersemangat lagi dan merasakan indahnya persahabatan ini, walau diriku sering dihinadinakan dengan fitnahan mereka (..hikz..)
Berkumpul dengan orang2 yang gila2, lebay2, narcis2, banyak gak pentingnya, tapi penuh dengan kreativitas, inovasi, dan kejutan2 yang selalu dibuat jika mereka sedang waras ^.^ (piss guys!!)

To the people in MPI (that I spent a lot of time travelling with U all..happiness,sadness,angry,anniversary,laugh,tears,Subang,Pangrango,cirebon,anyer,jogja, and many pleaces that we spent together, I’ll never forget)
To the people in Geng Motor (that we travel to find beautiful view on the top of the hill)
To the people in Karisma (that we do Liwet and watching movie together, meetings, etc)
To FLT’ers (that u do argued all the time)
I just hope that we can be bestfriends forever
To always reminding in good and the right ways
Hope Allah SWT always keep u all in His Mercy and Gracy

4 Comments

Filed under cerita-cerita, kawan-kawan

P.U (Pembantu Umum)

Gak apa-apa jadi PU alias Pembantu Umum eh Umat di setiap acara2 karisma
Semenjak dari awal juga saya mah selalu jadi PU di agenda besar Karisma
Penutupan adik IS, Basic Training, 4DIA, PCP, dll
Biasanya sih jadi ngebantuin tim konsumsi yang suka terlupakan dan selalu riweuh
Tapi jadi PU adalah pekerjaan paling jelas kerjaannya yang pernah saya rasakan

Pernah sih waktu 4DIA tahun 2007 kerjaan saya selain PU yang jelas
Di awal jadi Steering Committe terus jadi Koordinator mentor pada hari-H
Jelas banget dah kerjaan waktu itu
Dan non-stop kerjanya
But, I enjoyed it

Selanjutnya saya lebih memilih jadi PU
Tinggal liat dan nanya2 divisi mana yang lagi butuh bantuan
Saya tinggal turun tangan bantuin dengan kerjaan yang udah jelas
Apalagi sekarang udah memasuki fasa-fasa menjadi GF ter’dewasa’ diantara yang lain
Yang lebih banyak berkontemplasi dibandingkan turun langsung ke lapangan
Tinggal jalan2 pake payung mengamati keadaan di TKP
Teriak-teriak menyemangati atau cekakak-cekikik sambil ngebungkusin nasi

Istilahnya saya lebih memilih menjadi matahari
Matahari adalah benda langit yang suka terlupakan
Bahkan lebih sering dicaci maki karena orang2 kepanasan karena teriknya yang menyengat
Jarang orang yang mengamati bagaimana keadaan Sang Matahari di siang hari
Berbeda dengan Bulan yang sedang angkuh memamerkan eloknya di malam hari
(saya akan cerita tentang Matahari, Bulan, dan Nyamuk di postingan lain kali)

Padahal, Matahari adalah benda yang paling bermanfaat
Untuk penerangan di siang hari, fotosintesis, pasang-surut air laut, perubahan iklim dan cuaca, vitamin D sekaligus kanker kulit
Matahari lebih sering tak dianggap kehadirannya tapi memberikan manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan di bumi ini
Kiamatlah dunia ini kalo gak ada matahari

dan saya ingin menjadi Matahari itu
Terlupakan, Tak dianggap, di balik layar
Tapi bisa memberikan manfaat yang luas bagi orang2 di sekitarnya

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Unlucky Day

Akhir-akhir ini saya mengalami beberapa hal yang menurut saya sedang kurang beruntung.
Berawal dari hanyutnya sebelah sepatu kets saya waktu Penutupan Adik IS Karisma tanggal 20-21 Desember kemarin di daerah Ciater, Subang.
Lagi asik2nya wudhu di aliran sungai yang jernih ditemani suara jatuhnya air dari curug.
Tiba-tiba aja sebelah sepatu saya hanyut dan mengucapkan perpisahan ke pasangannya untuk selamanya.

Lalu sebelah lensa kacamata saya yang kiri jatuh dan pecah.
Pada saat lagi riweuh2nya menyiapkan makanan untuk peserta Basic Training.
Padahal jemputan udah menunggu lama.
Untungnya saya masih punya simpenan lensa kontak.
Walhasil sampai saat ini saya masih pake lensa kontak dengan tetap gerakan melepas kacamata pada saat mau wudhu, mau sholat, atau mau tidur.

Peristiwa lain adalah begitu cepatnya raib uang2 saya di dompet.
Entah kenapa dengan entengnya saya terus mengeluarkan uang.
Gak pernah liat dulu harga barang langsung ambil comot aja.
(haha..ini mah emang saya weh yang boros)

Dan yang terakhir adalah saya menjadi PU nya-PU (Pembantunya Pembantu Umum).
Kasta terendah di acara Basic Training.
Dengan koordinator PU adalah orang yang lebay binti narcis
(piss midh,,)
Bergumul dengan 4 buah magic jar, 2 ronde bikin nasi.
Mabok 67 buah mie kuah.
Dan 2 hari dibangunkan subuh2 buta dengan rongrongan sejumlah hampir 100 buah lebih telor yang ingin segera digoreng.
(ini mah cerita doang ,, lucky kok ^.^)

Karena saya adalah tipe orang yang cuek.
Bahkan sangat cuek.
Jadi saya gak terlalu ambil pusing.
Saya anggap memang sudah saatnya hal-hal seperti itu terjadi.
Dan saya lupakan.

Cuman keingetan aja ada salah seorang Calon Pembina waktu itu.
Yang cerita lagi gak pengen kemana-mana.
Karena lagi dilanda Unlucky Day mlulu.
Mulai dari ilang barang ini itu, rusak barang ini itu, jatuhlah, inilah, itulah.
Saya sih cuman ketawa dalam hati ngedengernya.
Masih ada orang yang percaya kayak gituan sampe gak mau pergi kemana-mana.

Padahal semua kejadian kan udah diatur sama Yang Maha Kuasa, Maha Penentu segalanya.
Mungkin dengan kejadian2 yang dialami untuk mengingatkan Qta agar bersedekah.
Atau mengingatkan kesalahan Qta terhadap orang lain.
Segala sesuatu itu harus dikembalikan lagi kepada kepasrahan.
Saya selalu ingat kalau Allah itu selalu memberikan apa yang Qta butuhkan.
Bukan apa yang Qta inginkan.

2 Comments

Filed under cerita-cerita, saya

Tentang Mamah

Sebenarnya di keluarga saya gak ada ritual untuk mengingat Hari Ibu

Seingat saya, gak pernah kami, anak2nya, mengucapkan Selamat Hari Ibu ke mamah

Bahkan saya sendiri gak tau Hari Ibu itu tanggal berapa

Mungkin … bisa dibilang gak peduli atau apatis

Karena saya emg gak bisa mengungkapkan secara lisan tentang Ibu saya

Tetapi,, ketika saya bercerita tentang mamah, semuanya mengalir begitu saja

Mamah saya .. seorang kelahiran Belitung, berdarah Melayu

Dari SMP sudah merantau ke Bandung untuk bersekolah

Mungkin karena didikan Kakek, ayahnya mamah, yang keras

Pendidikan adalah sesuatu yang wajib, sehingga sampai sekarang mamah selalu mementingkan pendidikan anak2nya,,tak peduli seberapa mahalnya

Sifat mamah seperti umumnya orang daerah Sumatera, keras

Dan sebagian besar  sifat saya mirip mamah

Cara mamah untuk membuat kami displin menurut saya cukup efektif (bagi saya tentunya)

Misalnya untuk selalu cuci piring malam hari agar besok pagi udah bersih, atau membereskan kamar masing2,,cukup dengan marah2 dan kami pun langsung bekerja..

Tapi itu dulu ,, kalau sekarang tinggal kami mengingat kalau mamah marah2 bakalan gawat, gak enak didenger, dan panjang, maka kami pun langsung mengerjakan kerjaan kami (walau sebenernya cuman saya doang yg ngerjain)

Menurut saya, mamah saya itu bukan tipe yang keibuan bgt, yang membelai sayang anaknya, berbicara lemah lembut, dan selalu tersenyum manis setiap anak2nya pergi sekolah.

Tapi, hal yang saya kagumi, seorang mamah yang super cuek itu justru yang paling tau karakteristik dan sifat anak2nya.

Misalnya, saya adalah tipe yang mandiri,,makanya sejak SMA dan mulai berorganisasi, mamah selalu mengizinkan..kepercayaan penuh selalu diberikan pada saya.

Lain lagi dengan adik saya yang pertama .. dia adalah tipe yang aktif, gak suka belajar eksak, dan sangat rebellion. Pendidikannya ditentukan oleh mamah, SMA dia masuk SMF (Sekolah Menengah Farmasi) karena mamah tau sifatnya itu. Walhasil, memang benar dia gak mau nerusin kuliah dan sekarang dengan kemampuan hasil dari SMF, dia bekerja sebagai detailer di perusahaan obat swasta.

Kalau adik saya yang terakhir,,dia tipe yang supermanja. Kalau hari2 sekolah dia belum pulang sampai maghrib, pasti mamah telfon (hal yang tak pernah dilakukan pada saya).  Mamah paling seneng shopping bareng adik bungsu saya ini, karena adik saya paling bisa berkomentar mengenai apa yang harus dan tidak harus mamah beli.

Segala sesuatu untuk keluarga pasti udah dipikirkan masak dan selalu bervisi. Ini adalah hal yang paling saya kagumi. Mamah selalu berpikir untuk masa depan, bahkan hal yang kecil sekali pun.

Misal, dari awal menikah, mamah selalu membeli alat elektronik seperti : blender, toaster, mesin cuci, tv, dll adalah barang dengan merk terkenal bagus kaulitasnya yang cukup mahal di jamannya. Walhasil, sampai sekarang, barang2 itu masih bisa dipake dan bagus.  Padahal sudah berpuluh tahun.

Mamah saya selalu mengingatkan, jangan buang2 uang hanya sekedar untuk beli baju baru .. makanya sampai sekarang pun saya gak terlalu suka jalan2 ke mal untuk liat baju2.

Mamah saya orang yang cukupo protektif soal uang. Harus diliat dulu emang penting atau gak, perlu atau gak, sesuai atau gak,, tapi kalau emang udah penting, perlu, dan sesuai, pasti loyal. Selalu dipilihnya barang yang paling berkualitas.

Mamah saya selalu ngasih petuah2, terutama soal calon suami kelak. Yang penting mah soleh dan pinter. Yang ditekankan, sampai kapan pun, suami tetaplah orang asing, jadi tetep harus selalu menyamakan visi dan suhu di keluarga.

Tak bisa banyak yang saya tuliskan tentang mamah saya. Karena hanya dari interaksi keseharian yang bisa dirasakan.

Dibalik kesupercuekkannya, ada perhatian yang begitu besar

Dibalik marah2nya, ada disiplin yang selalu berguna

Dibalik protektifnya, ada rencana masa depan yang begitu tersusun rapi

Dibalik cerewetnya, ada ilmu yang selalu bermanfaat

Dibalik kesehariannya, ada kasih sayang yang tak perlu diucapkan

Dibalik doa2nya, selalu ada nama kami disebut

Didalam hatinya, selalu ada cinta untuk kami

Entah apa yang bisa membalas semua hal tentang mamah, yang telah diberikan pada saya. Segunung emas murni, selaut bantuan, seluas langit usaha saya, tak akan bisa membalas semuanya

Bahkan mambalas jerih payahnya mangandung selama 9 bulan

Saya hanya dapat berdo’a. Semoga Allah SWT selalu mengampuni dosa dan kesalahannya, melancarkan rezekinya, memudahkannya untuk bisa memenuhi keinginan2 untuk hidupnya sendiri. Karena selama ini, yang dipikirkannya adalah tentang anak2nya.

Bagaimana pun, mamah saya adalah The Best I ever Have

2 Comments

Filed under cerita-cerita, keluarga

Panggilan Melayu (Belitung)

Kalau panggilan kakak ortu dalam bahasa sunda kan Uwa + Namanya

Atau kalau adik kan Bibi atau Emang ..

Nah, kalau panggilan untuk kakak atau adik ortu di Belitung itu beda2

Contohnya kakak2 mamah saya yang berasal dari Belitung (panggilan saya ke mereka):

Kakak pertama : Mak Long & Pak Long

Kakak kedua : Mak Ute & Pak Ute  (Katanya sih karena Mak Ute itu kulitnya Putih, putih bahasa Belitungnya kan puteh, jadi dipanggil Mak Ute)

Kakak ketiga : Cik Man & Cik Mar (Ini mah berdasarkan namanya)

Kakak keempat : Pak Itam & Mak Itam (Nah kalo ini karena kulitnya gelap, makanya dipanggil Pak/Mak Itam)

Kakak kelima : Cik Pen & Wa Neneng (nikah ma orang Sunda ini mah)

Kakak keenam : Bude & Pakde (soalnya suaminya orang Jawa)

Kakak ketujuh : Mak Mok & Om Zen (gak tau kenapa bukan Pak Mok, soalnya Om Zen org Temanggung kali ya)

Kedelapan : Ibu saya, kalau dipanggil ma sepupu2 saya sih Mak Itam (padahal Ibu saya kulitnya putih loh)

Adik Mamah : Mak Busu (soalnya Bungsu)

Yang Mak Ute atau Mak Itam gak tau bener atau gak tuh emang karena warna kulit .. belum konfirmasi

Tapi setiap nanya, biasanya diketawain … fyuuuhh

Jadi kangen pengen ke Belitung .. kapan ya ?

Kabur dari rutinitas hectic ini sepertinya ide bagus .. hahahaha

Sepupu2ku (Ratih, A Beni) nanti Qta janjian ok !!!

1 Comment

Filed under cerita-cerita, keluarga