Appreciative Inquiry

Gagasan yang bergulir mengenai ”lebih bagus memperkuat yang menjadi kelebihan daripada  mencoba memperbaiki apa yang menjadi kekurangan” inilah yang menjadi landasan pola pikir Appreciative Inquiry (AI), yang acap dilakukan dalam perubahan organisasi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Proses AI dimulai dari menelusuri hal-hal terbaik di masa lalu. Esensi dari proses ini adalah penemuan melalui dialog. Penelusuran yang berfokus pada hal-hal yang ingin dibawa ke masa depan.

Makna Appreciative Inquiry (AI) memang tak terlepas dari dua kata penyusunnya. Apresiasi mengacu pada tindakan mengakui dan menghargai apa yang telah dimiliki dan dilakukan di masa lalu, apakah itu “kekuatan”, ‘kesuksesan”, aset, maupun potensi. Inquiry berarti tindakan eksplorasi dan penemuan. Tindakan ini menyiratkan penyelidikan tentang kemungkinan-kemungkinan baru, dimana pada saat ini berada pada tahap tidak mengetahui atau memahami.

Metode AI yang cukup populer adalah 4 D, yang memanfaatkan proses empat tahap yang berfokus pada discover,  dream, design,dan delivery.

Fase discovery adalah fase pencarian yang tekun dan ekstensif untuk memahami  “apa yang terbaik“ dan  “apa yang telah terjadi atau dikerjakan”. Proses ini diantaranya akan menghasilkan gambaran yang kaya terhadap inti positif organisasi. Berbagi dan belajar dari cerita-cerita mengenai praktek terbaik, inovasi yang gemilang, dan tindakan-tindakan yang patut dicontoh di seantero organisasi.

Fase dream, merupakan sebuah eksplorasi yang memberi kekuatan mengenai “apa yang mungkin”. Waktu bagi orang-orang dalam organisasi untuk menelusuri harapan-harapan dan impian-impian dalam pekerjaan mereka, hubungan kerja mereka, organisasi mereka, dan dunia mereka secara keseluruhan. Tujuan dari fase ini adalah untuk mengidentifikasi dan menyebarkan  gambaran-gambaran yang memberikan pengharapan di masa depan.

Fase design, melibatkan penentuan pilihan mengenai “apa yang seharusnya”. Fase ini adalah penciptaan kembali atau transformasi yang dilakukan secara sadar mengenai  sistem, struktur, strategi, proses, dan berbagai aspek organisasi. Gambaran akan menjadi teratur dan berhubungan secara penuh dengan masa lampau organisasi yang bersifat positif dan memiliki potensi yang tertinggi.

Terakhir, fase destiny merupakan serangkaian tindakan-tindakan yang mendukung  pembelajaran dan inovasi. Karena seluruh siklus 4D menyediakan sebuah forum terbuka bagi anggota untuk memberikan kontribusi dan melangkah ke depan dalam menjalankan organisasi, perubahan terjadi dalam semua fase dalam proses AI. Fase destiny, secara spesifik berfokus pada komitmen serta langkah ke depan baik secara personal maupun organisasi  Hasilnya adalah perubahan  dari seluruh organisasi dalam bidang-bidang seperti praktek-praktek manajemen, proses-proses SDM, sistem pengukuran, sistem layanan pelanggan, struktur dan proses kerja dan aspek lainnya.

Leave a comment

Filed under sharing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s